Kamis, 30 Juni 2011

Sedikit Cerita Tentang Vocaloid, dan Apa itu Vocaloid?

Ada yang pernah dengar istilah vocaloid nggak? Atau ada yang tahu siapa itu Hatsune Miku, Kagamine Rin, dan Kagamine Len?
Vocaloid adalah suatu teknologi synthesizer vokal yang diproduksi oleh Yamaha Corporation. Seperti halnya synthesizer instrumen musik yang digunakan untuk memproduksi suara alat musik, synthsizer vokal digunakan untuk memproduksi vokal manusia. Dengan kata lain, vocaloid adalah semacam piranti lunak alias software musik yang digunakan untuk memproduksi bagian vokal dalam suatu lagu.
Salah satu contoh sederhana teknologi vocaloid dapat ditemukan di komputer kok, yaitu pada . Coba buka fitur Speech dari Control Panel. Di sana ada pilihan Text to Speech. Fitur ini sebenarnya dibuat untuk membantu pengguna Windows yang memiliki cacat visual seperti para tuna netra yang kesulitan melihat atau orang-orang yang memiliki hipermetropi (rabun dekat) yang parah. Selain Microsoft Sam, Windows juga punya versi lainnya seperti Microsoft Mike dan Microsoft Mary, Lernout Hauspie Michael dan Michelle, serta Microsoft Lili untuk spesialisasi Windows versi Cina (Vista dan seterusnya). Mulai dari Windows Vista, diperkenalkanlah Microsoft Anna yang menggantikan Sam sebagai suaratext-to-speech.
Akan tetapi, vocaloid yang saya obrolkan di sini bukan si Microsoft Sam yang suaranya kaku seperti robot itu. Yang ingin saya ekspos di sini adalah vocaloid bersuara indah yang bisa menyanyikan berbagai lagu dengan merdu.
Proyek vocaloid ini sebenarnya berkembang sudah sejak lama. Pada Januari 2004 ZeroG telah merilis produk vocaloid pertama mereka, Leon dan Lola, yang dispesialisasikan untuk musik aliran soul. Leon dan Lola pertama kali muncul di acara NAMM Show 15 Januari 2004. Juli 2004, ZeroG merilis lagi vocaloid-nya yang berjudul .. eh, bernama .. Miriam.
Pada 29 Juni 2007 muncullah engine vocaloid 2 yang dirilis dari PowerFX. Kemudian, bermunculanlah vocaloid-vocaloid lain seperti Hatsune Miku dari Crypton dan Prima dari ZeroG. Vocaloid generasi kedua inilah yang sampai saat ini masih sering dipakai sebagai vokalis oleh berbagai artis dan musisi.
Setiap vocaloid memiliki spesialisasi musik dan bahasa. Hatsune Miku, Kagamine Rin, dan Kagamine Len dispesialisasi untuk digunakan dalam lagu-lagu yang liriknya berbahasa Jepang. Sweet Ann dari PowerFX dan Sonika dari ZeroG dispesialisasi untuk lirik berbahasa Inggris. Dari vocaloid generasi pertama, Leon, Lola, dan Miriam dari ZeroG adalah vocaloid berbahasa Inggris sementara untuk yang berbahasa Jepang adalah Meiko dan Kato yang diproduksi oleh Crypton.
Berbagai perbaikan dan pemantapan terus dilaksanakan untuk menyempurnakan suara dari para vocaloid. Misalnya, untuk permasalahan kompatibilitas bahasa Crypton memperkenalkan vocaloid terbarunya, Megurine Luka yang bilingual; bisa digunakan untuk dua bahasa. Kemudian 30 April 2010, dirilislah Hatsune Miku Append yang memiliki 6 pilihan suara.

Harajuku Style

 
Harajuku, Di kawasan ini dikenal sebagai tempat nongkrongnya anak muda – di Jakarta disebut anak gaul yang tentu sekaligus tempat ajang pamer mode pakaian terbaru. Itu awalnya, Namun dalam perkembangannya, di Harajuku muncul gaya berpakaian yang boleh dibilang posmo. Gak nyambung alias gak “matching” (lagi-lagi kata anak muda Jakarta), misalnya antara baju dan celana, rok dan gaun, sepatu dan model rambut dan seterusnya. Juga warnanya, dan tentu bisa dikembangkan ke warna sepatu, warna rambut dan seterusnya.
Nah, gaya inilah yang kemudian berkembang sendiri menjadi “merek” dan bahkan kemudian menjadi semacam trend setter. Harajuku. Gaya posmo yang seringkali “tabrakan” dianggap menjadi seni tersendiri dan bahkan akhirnya mendunia. Tak terkecuali di Jakarta. Pernah dengar grup penyanyi “Ratu” yang saat ini lagi pecah berantakan dan sempat ngetop lewat lagunya TTM alias Teman Tapi Mesra dan Lelaki Buaya Darat? Di Jakarta, Ratu dikenal sering mengenakan kostum Harajuku. Personal Ratu, Maia Ahmad dan Mulan Kwok memang sering tampil “aneh”, misalnya mengenakan rok mini dipadukan dengan celana ketat sedengkul, stocking bolong-bolong dan ditambah rambut yang dicat warna-warni.
Tentu bukan hanya Ratu, di Jakarta banyak juga anak muda yang tak segan dan tak malu ber-harajuku. Oh ya, Harajuku bisa juga disebut Japanese Style dan juga bisa diidentikkan dengan gaya gothic. Style dengan corak serba hitam bagai hantu (boleh juga disebut bak nenek sihir) ini memang dipadugayakan dengan Harajuku dan masih ditambahkan dengan aksesoris dan gaya rambut asimetris yang mencerminkan dandanan fashion anak muda Jepang.
 
Nah, gaya ini memang sedang tren di Jakarta saat ini. Para Harajuku-ers ini bisa dilihat di pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta. “Menurut gue, Harajuku itu aneh, heboh, warna-warni berbau-bau gothic yang serba hitam. Pokoknya bebas banget deh,” tutur Icha (21) mahasiswi desain Universitas Trisakti, di Jakarta. Harajuku sendiri tidak hanya dilalukan perempuan tetapi berlaku juga untuk laki-laki. Namun memang mayoritas Harajuku dilakukan anak muda perempuan. Sampai ada yang berpandangan (di Jepang), Harajuku dilakukan mereka (perempuan muda belia) yang tidak diterima oleh keluarganya, walau pun ini belum tentu benar. Yang jelas Harajuku memang lekat dengan Jepang, seperti pengakuan Rio, mahasiswa Universitas Al Azhar, Jakarta. “Harajuku Jepang banget, keren memang gayanya, tapi anak muda di sini kayaknya masih dibatasi sama peraturan dalam cara berpakaian,” katanya.
Artis top papan atas Indonesia, Agnes Monica juga dikenal suka ber-Harajuku. “Aku seneng banget sama style Jepang apalagi street fashionnya, tapi nggak harus ke Jepang juga sih. Paling titip sama temen kalau lagi pas ke sana atau aku pakai desainer sendiri,” kata Agnes.